Pengaruh Modernisasi dalam Kehidupan Milenial

Pengaruh Modernisasi dalam Kehidupan Milenial

Latar Belakang Modernisasi

Modernisasi merupakan gejala sosial yang terjadi akibat adanya berbagai pengaruh yang muncul dalam masyarakat. Modernisasi sangat mempengaruhi nilai-nilai yang sudah tertanam dan melekat dalam kehidupan manusia sehingga mau tidak mau manusia dihadapkan dengan nilai-nilai tersebut, yang pada akhirnya harus menentukan sikap, apakah mau menerima atau menolaknya. Munculnya nilai/norma dari luar yang bersifat asing dan baru itu membuat seorang manusia mengetahui nilai-nilai yang berbeda. Akibatnya manusia mengalami berbagai problematika terhadap nilai tersebut.

Bukan hanya para pakar yang membahas secara ilmiah, tetapi para pemuka agama juga membahasnya secara seksama dengan berbagai sudut pandang. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan jalan keluar atas berbagai masalah kehidupan manusia. Dengan itu modernisasi mencakup proses perubahan yang luas. Bukan hanya kemajuan di bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, namun yang terpenting adalah sikap dan pemikiran manusia yang akan dijelaskan berikut ini.

Modernisasi di bidang Komunikasi dan Informasi

Teknologi memegang peranan penting di era modernisasi saat ini, dimana teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Teknologi mendorong manusia untuk menciptakan suatu alat yang bekerja secara otomatis untuk membantu, memudahkan serta mempercepat manusia dalam mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan dengan hasil sebaik-baiknya. Dalam hal ini kita bisa mengambil contoh di bidang komunikasi.

Komunikasi merupakan cara untuk mengungkapkan serta menyampaikan informasi kepada orang lain. Apa yang kita maksudkan dan kita inginkan dapat diwujudkan melalui komunikasi sepihak atau dua belah pihak yang saling bercerita dan bertutur-sapa. Ini berarti komunikasi menjadi kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia. Komunikasi merupakan sarana yang menciptakan hubungan/interaksi antara dua individu atau lebih yang saling membutuhkan.

Orang tidak perlu bertemu untuk berkomunikasi. Cukup dengan telepon atau ponsel, mereka dapat mengutarakan keperluan dan maksud mereka, serta menginformasikan tentang apa saja yang telah terjadi. Kita bisa mengetahui peristiwa yang terjadi di Indonesia maupun luar negeri tanpa perlu datang ke tempat kejadian. Televisi dengan fasilitas satelit atau internet dapat menayangkannya, sehingga semua orang di seluruh dunia dapat melihat dan menyaksikan peristiwa maupun hal-hal yang menyenangkan.

Sebagai makhluk sosial, setiap orang memiliki kebutuhan untuk berinteraksi serta bergaul dengan orang lain. Dalam membangun hubungan tersebut komunikasi tercipta berdasarkan emosi dan nalar, sehingga manusia dapat ber-interaksi dengan orang lain. Melalui berbagai media, manusia dapat memahami diri sendiri dan orang lain. Fasilitas chatting melalui internet, membuka kesempatan bagi setiap manusia untuk menjalin hubungan dengan siapa pun, tanpa harus bertemu karena cukup lewat layar monitor mereka bisa berkomunikasi layaknya berhadapan atau bertatap muka.

Komunikasi merupakan hal yang sangat menentukan dalam hubungan kerja manusia. Manusia bisa menciptakan hubungan kerja yang harmonis, dan membangun komunikasi yang efektif, apabila manusia yang terlibat dalam hubungan itu memahami kekuatannya dan mempunyai kepercayaan diri serta memiliki kemampuan berkomunikasi. Di sisi lain, manusia harus mempunyai kepekaan dan tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap masalah-masalah dalam hubungan yang bisa terjadi sebagai akibat dan stagnasi serta gangguan komunikasi. Oleh karena itu, untuk mempertahankan hubungan antar manusia yang efektif diperlukan media seperti komputer, buku, majalah, jurnal, serta iklan yang dapat diperoleh melalui koran, televisi, dan internet.

Wanita Karier di Era Modernisasi

Pada era modernisasi seperti ini, semua nilai-nilai lama perlahan-lahan mulai berubah. Jika dulu kaum wanita mendapatkan kesempatan yang kecil untuk terlibat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, sekarang wanita telah ikut serta dalam setiap bidang kehidupan. Khususnya pembangunan di Indonesia saat ini, membuka peluang bagi semua kalangan masyarakat, baik kalangan atas maupun kalangan bawah, pria maupun wanita dapat ikut serta dalam pembangunan. Mitos bahwa wanita hanya menjadi ibu rumah tangga dan mengerjakan pekerjaan di dapur tidak lagi relevan.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, kaum pria mulai sadar bahwa wanita pun dapat mengajar dan menjadi pemimpin di berbagai lembaga pendidikan. Wanita-wanita hebat tampil dengan berbagai profesi, seperti guru, pejabat, pengusaha dan juga ahli dalam berbagai disiplin ilmu. Wanita pun dapat meraih prestasi dalam berbagai bidang olahraga.

Kekerasan dalam Kehidupan Sosial

Kita bisa melihat dua perubahan positif karena pengaruh modernisasi. Pertama, adanya kemudahan dalam komunikasi dan informasi dan juga kesetaraan antara pria dan wanita. Selain itu, ada juga aspek negatif yang muncul karena pengaruh modernisasi, yaitu kekerasan.

Kekerasan berakar pada budaya manusia yang cenderung memandang manusia lainnya dalam kedudukan yang tidak setara, sebagai musuh, sebagai sebuah objek. Kekerasan dapat tampil dalam wujud yang bermacam-macam, seperti kekerasan dalam keluarga, kekerasan seksual, serta kekerasan dalam masyarakat (kekerasan sosial).

Kecenderungan manusia untuk berpikir bahwa manusia lainnya adalah pelayan untuk memuaskan ego sendiri ini telah menjadi akar penyebab timbulnya kekerasan. Kekerasan bisa berupa fisik, mental/psikis, maupun spiritual. Kekerasan fisik dilakukan dengan cara menampar, memukul dengan alat, dan sebagainya. Kekerasan mental/psikis berupa perkataan yang merendahkan, melecehkan, menghina, memfitnah, sehingga membuat seseorang merasa tertekan, stres/depresi. Kekerasan sosial bisa berupa pembatasan gerak dan pergaulan seseorang.

Pengaruh Modernisasi Terhadap Keluarga

Globalisasi, komunikasi, dan informasi yang makin cepat dan canggih tidak hanya menguntungkan, namun juga berdampak negatif sehingga mengancam kehidupan keluarga. Karena itu, perhatian pada keluarga sangat dibutuhkan. Keluarga adalah bagian terkecil serta bagian dasar dari masyarakat, bangsa, dan negara.

Juga perlu kita sadari bahwa keluarga adalah kelompok yang paling berpengaruh dalam membangun karakter dan menumbuhkan nilai-nilai moral. Keluarga memiliki peran yang sangat vital bagi keberhasilan dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Berdasarkan pemahaman ini, perencanaan dan pelaksanaan upaya pemecahan masalah dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting. Masalah tersebut adalah berupa kegagalan, misal gagal dalam studi, pekerjaan, kenakalan remaja, narkoba, perselingkuhan, perceraian dan lain-lain.

Masalah seperti diatas bisa saja terjadi karena peran ganda orangtua. Peran seorang ibu sebagai wanita karier bisa membuat meraka mengabaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri pendamping suami serta seorang ibu yang merawat serta menjaga anaknya. Akibatnya, anak terjerumus dalam dunia narkotika, seks bebas, karena kelalaian orangtua yang mengejar karier dan harta demi keluarga sejahtera dan masa depan anak-anak. Tujuan agar hidup menjadi sejahtera adalah baik, namun hal tersebut bisa menimbulkan keadaan negatif, yaitu semakin tipisnya moral keluarga.

Televisi, ponsel, dan internet mempunyai pengaruh yang sangat besar bagi seorang anak. Terutama remaja, alat-alat tersebut bagai seorang sahabat karib yang siap menemani setiap waktu. Tak dapat disangkal, daya tarik dari media-media tersebut mewarnai gaya hidup remaja dan generasi muda dan mempunyai andil yang besar dalam membentuk kepribadian mereka. Tayangan televisi seperti film, iklan, sinetron, telenovela, kebanyakan tidak mengandung informasi yang edukatif, namun mengandung pesan-pesan yang bisa membawa anak kedalam dunia kekerasan, gaya hidup bebas, hedonisme, narkotika, seks bebas, prostitusi, dan sebagainya.

Di mata anak, kekerasan menjadi hal yang biasa. Anak menganggap kekerasan terhadap orang bersalah adalah tindakan yang benar, tidak peduli prosedur hukum yang berlaku. Anak menjadi agresif dan memiliki kecenderungan untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara kekerasan terhadap orang lain. Hal ini disebabkan pengaruh media yang sering membawa anak ke pemikiran "seenaknya" sehingga semua perbuatan tidak sesuai dengan norma.

Menyikapi Modernisasi

Keluarga bagi anak merupakan wadah untuk memenuhi kebutuhan mereka yang mendambakan keakraban dan kehangatan, memupuk rasa percaya diri dalam pergaulan maupun pengambilan keputusan dan tindakan. Peran dan tanggung jawab orangtua untuk menumbuhkan iman pada anak adalah dengan memberi pengajaran agama, dalam rangka menciptakan kerukunan keluarga yang damai, bersuka cita dan sejahtera. Kerukunan dalam keluarga merupakan sumber-sumber kebahagiaan hidup dan nilai hidup yang berharga. Orangtua harus bisa mengajarkan anak untuk patuh terhadap segala aturan yang telah disepakati bersama dalam keluarga. Tujuan disiplin dalam keluarga tidak sekadar agar anak patuh kepada orangtuanya, juga untuk menjadikan aturan itu sebagai alat pengajaran.

Leave a Reply