Ciri-ciri Orang Antisosial

Apa itu antisosial? Mengapa seseorang bersikap antisosial? Bagaimana cara menilai apakah seseorang anti sosial atau tidak? Baik. Semua pertanyaan itu akan saya coba jawab dan jelaskan berikut ini.

pengertian dan ciri-ciri orang antisosial

Anti sosial adalah sikap atau perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain di sekitarnya. seseorang menarik diri/menutup diri dari pergaulan. Orang yang anti sosial sangat jarang bahkan tidak mau berkomunikasi/interaksi sosial dengan orang lain. Sikap anti-sosial tidak dipengaruhi oleh keturunan atau gen. Sikap anti sosial terjadi karena pengaruh luar dari hidup seseorang.

Sikap anti sosial bisa dimiliki seseorang karena beberapa sebab, diantaranya:
  • Karena merasa tidak percaya diri dengan keadaan/nasibnya yang dia rasa sangat jauh dibawah orang-orang di sekitarnya.
  • Karena pernah melakukan suatu kesalahan di masa lalu yang diingat oleh orang lain, sehingga dia merasa bersalah dan malu.
  • Trauma dengan sebuah hubungan buruk di masa lalu, sehingga tidak mudah percaya dengan orang-orang di sekitarnya.

Kita bisa menilai apakah seseorang anti-sosial atau tidak dengan beberapa ciri berikut:

1. Menolak dan Memilih Pekerjaan Tertentu

Orang yang anti-sosial cenderung menolak berhubungan dengan banyak orang. Namun bukan berarti orang yang anti sosial tidak bekerja, dia memilih bekerja di belakang layar atau memilih pekerjaan yang jarang berhubungan dengan banyak orang. Misalnya: juru masak, pustakawan, penjaga counter, dan sebagainya.

2. Senang Menghindar

Orang yang anti sosial sangat menghindari respon dari orang lain terhadap gerak gerik atau aktivitas yang dilakukannya. Maka dia cenderung memisahkan diri agar tidak menarik perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Orang anti sosial tidak suka berinteraksi, karena mereka menganggap berkomunikasi dengan orang lain hanya buang-buang waktu dan tidak berguna.

3. Menyembunyikan Masalah

Orang yang anti sosial bukan tidak punya masalah, malah lebih parah. Namun dia memilih menyembunyikan masalahnya, serta berusaha untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Dia tidak ingin urusan hidupnya dicampuri oleh orang lain.

4. Pemikir Tentang Pro dan Kontra

Orang yang anti sosial akan memikirkan pro dan kontra ketika akan melakukan sesuatu. Ia akan memikirkan betul-betul  keputusan yang akan diambilnya dan apa akibatnya jika dia mengambil keputusan tersebut. Keputusan yang diambilnya juga pastinya tidak akan melibatkan banyak orang.

5. Menghindari Kontak Mata

Orang yang anti sosial cenderung menghindari kontak mata dan tersenyum dalam waktu lama kepada orang lain, apalagi jika bertemu orang baru. Ia cenderung malas untuk mengawali perbincangan, karena takut akan memicu keingintahuan orang lain tentang hidupnya.

6. Hidup dalam Masa Lalu

Tidak semua orang yang anti sosial dahulunya adalah seorang yang seperti itu, bisa jadi karena seorang tersebut mengalami trauma di masa lalu yang membuat ia ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain.

Seorang yang anti sosial yang dialami karena trauma masa lalu, artinya sepanjang hidupnya ia akan hidup bersama masa lalunya.Ia takut mengenal orang baru karena dirasa akan mengingatkan atau akan menimbulkan trauma yang serupa dengan kejadian buruknya di masa lalu.

7. Hidup dengan Hewan Peliharaan

Ketahuilah seorang yang anti sosial juga mempunyai teman. Namun rata-rata dari mereka lebih senang bergaul dengan hewan peliharaan atau boneka-boneka yang mereka ajak bicara ketika sedang ingin berbagi kebahagiaan atau keterpurukan.

Bagi mereka hewan peliharaan atau benda-benda mati tersebut memang tidak akan membantunya menyelesaikan masalah, namun mereka beranggapan bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut adalah tempat mencurahkan perasaan tanpa menyusahkan dirinya. Ia bebas bercerita tanpa harus menjawab pertanyaan umpan balik, karena telah kita ketahui bersama bahwa hewan peliharaan atau benda-benda tersebut tidak bisa bicara apa lagi memberikan komentar atau solusi.

8. Tidak Peduli dengan Omongan Orang

Seorang yang anti sosial cenderung tidak memperdulikan apa yang dibicarakan orang lain tentang dirinya. Baginya omongan orang hanya akan melintas kemudian pergi tanpa singgah sebentar saja dalam otak atau hatinya.

Bagi seorang yang anti sosial kebenaran mutlak adaa pada dirinya sendiri, bukan omongan orang lain. Oleh karena itu seorang yang anti sosial tidak mudah percaya dengan orang, jika ia menemukan satu saja seorang yang dipercaya, artinya dia menaruh suatu harapan besar seperti menjadi pendengar curhatnya yang baik, atau tempat meminta bantuan saat mengalami kesulitan dalam hidup.

9. Tidak Dominan

Seorang yang anti sosial tidak ingin menjadi dominan dalam suatu kelompok. Ia tidak akan menunjukan bakat yang ada dalam dirinya sendiri apalagi memamerkan karya yang ia ciptakan kepada orang lain.

Hal itu karena seorang yang anti sosial berfikir bahwa jika ia terlihat atau terkesan dominan, akan mengundang seseorang untuk berinteraksi dengannya, entah itu bertanya, memberi komentar atau sekedar menyemangati. Hal itu sangat mengganggu bagi seorang yang anti sosial.

10. Egois (Hanya Ingin Dimengerti)

Seorang yang anti sosial hanya ingin dimengerti oleh orang lain. hal ini dapat di buktikan oleh beberapa ciri di atas. Simak baik-baik beberapa ciri di atas kemudian Anda dapat menyimpulkan sendiri.

Seperti halnya mereka akan meminta bantuan orang lain saat terdesak, namun saat orang lain mencoba berinteraksipun seorang yang anti sosial akan buru-buru meng “cut” pembicaraan mereka dengan berbagai cara.

Sungguh sikap tersebut adalah cerminan dari sikap egois. Mereka seperti tidak mau merubah sikap, dan seolah-olah menyuruh orang lain memahami keadaan yang ia alami.

11. Tidak Peduli Dikatakan Sombong

Seorang yang anti sosial pasti adalah orang yang asik dan sibuk dengan dunianya sendiri. Ia tidak perduli dengan orang lain, karena ia marasa bisa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Apapun yang ia inginkan akan ia penuhi bagaimanapun caranya. Ketika seseorang merasa sudah dipenuhi oleh hal-hal yang ia inginkan pasti ada perubahan sikap yang mencolok darinya.

Hal itu akan menimbulkan asumsi orang lain terhadap seorang tersebut. ia bisa di katakan sombong, tapi entah karena tidak peka atau pura-pura tidak peka seorang yang anti sosial sama sekali tidak memperdulikan orang yang mengatakan ia sombong.

12. Tidak Peduli Orang Lain Unjuk Gigi

Seorang yang anti sosial selain ia tidak minat untuk pamer apapun yang ia miliki karena ditakutkan akan memicu komentar orang lain dan berujung pada interaksi yang aktif, ia juga tidak perduli ketika orang lain sedang unjuk gigi di depannya. 

Ia akan acuh dengan apa yang orang lain lakukan. Baginya ketika permasalahannya selesai, dan ia mempunyai kebahagiaan yang cukup dalam hidupnya seorang yang anti sosial tidak akan menyempatkan diri untuk peduli dengan orang lain, sekalipun orang lain tersebut sedang pamer atau menunjukkan sesuatu pada dirinya.

13. Mengunci Diri dalam Kamar

Seorang yang anti sosial lebih nyaman tinggal dalam rumah atau kamarnya sendiri. Mengapa? Karena seorang yang anti sosial sebisa mungkin menghadirkan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan dalam rumah atau kamarnya sendiri.

Apalagi jika bukan kerena untuk meminimalisir interaksi atau minta bantuan terhadap orang lain. Saat dalam kamar atau rumahnya sendiri, seorang yang anti sosial merasa bebas melakukan apapun yang ia suka.

Saat mengurung diri di rumah atau di kamar seorang yang anti sosial juga akan terhindar dari komentar atau omongan-omongan miring dari orang lain.

Namun, sepandai-pandainya sorang yang anti sosial menyembunyikan diri, toh suatu saat ia akan keluar dari persembunyannya, dan saat itulah ia kesulitan menata hidupnya.

14. Memiliki Perkumpulan dengan Masalah Sejenis

Seorang yang anti sosial biasanya akan nyaman dengan seorang yang juga anti sosial. Di jepang ada istilah untuk seseorang yang mengalami anti sosial, yaitu Hikikomori. Seorang Hikikomori biasanya akan mengurung diri di rumah dan menarik diri dari pergaulan selama 6 bulan lamanya. Saat itu seorang yang Hikikomori benar-benar tidak melakukan interkasi dengan orang lain.

Di Jepang rata-rata seorang yang Hikikomori adalah berusia 20-29 tahun. Kebanyakan dari mereka adalah seorang laki-laki.Yang membahayakan adalah jika Hikikomori dilakukan oleh pemuda atau pemudi yang masih berusia produktif, ia akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya ia memperoleh pengalaman yang banyak dan menakjubkan dalam hidupnya.

15. Bagaimana Hikikomori ?

Mungkin sebagian dari Anda akan bertanya tanya bagaimana cara seorang Hikikomori tetap hidup. Seorang Hikikomori tetap akan makan, minum, mandi, dan buang air. Semua peralatan untuk itu akan di siapkan sebelumnya dengan sangat lengkap, agar menyamankan seorang Hikikomori menjalani proses penarikan diri dari lingkungannya.

Secara makanan mungkin seorang Hikikomori bisa terpenuhi, secara nutrisipun bisa, tapi entahlah untuk kesehatan mentalnya. Apakah seorang yang seperti “terisolir” itu mampu mendapatkan kesehatan jiwa yang cukup. Karena tanpa berkomunikasi dengan dunia luar seorang benar-benar akan menjadi terbelakang.

16. Fantasi

Seorang yang anti sosial akan berfantasi untuk pindah ke negara lain atau bahkan menciptakan wilayah untuk di jadikan sebuah negara, yang aturannya adalah menjunjung tinggi ketenangan. Seorang anti sosial mengartikan sebuah ketenangan adalah bebas dari interaksi dengan orang lain.

Untuk Anda yang mungkin adalah seorang yang anti sosial, apakah kelak Anda akan melahirkan bayimu sendiri, dan apakah Anda akan menguburkan mayatmu sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahkan di indonnesia baru baru ini gemar tentang seorang yang meninggal tanpa didatangi untuk dikuburkan oleh orang lain karena semasa hidupnya tidak pernah bergaul dengan orang lain.

17. Investasi

Seorang yang anti sosial juga memikirkan kemapanan hidupnya. Mungkin sebagian dari mereka melakukan investasi jangka panjang atau bergabung dengan sebuah club MLM. Namun, seorang yang anti sosial hanya akan berkontribusi uang, dan bukan ikut berinteraksi di dalamnya.

Mereka akan menerima hasil saat sudah waktunya, dan mengenai syarat-syarat yang berhubungan dengan interaksi kepada orang lain, mungkin mereka cenderung mewakilkannya kepada orang lain.

Mungkin seorang yang anti sosial bergabung dengan koperasi di daerah tempat ia tinggal. Jika Anda perhatikan mungkin ia akan muncul saat melakukan registrasi dan pembayaran simpanan pokok atau wajibnya saja. Untuk kegiatan yang dilakukan sesama anggota, ia tidak akan muncul.

18. Tidak Banyak Bicara

Seorang anti sosial ketika terjebak dalam interaksi dengan orang lain, mungkin pertama ia akan mengucapkan kalimat yang agak panjang. Kedua kalinya kalimat itu akan di persingkat dan berusaha membuat kata-kata yang tidak menimbulkan pertanyaan yang lain, dan ketiga kalinya ia akan diam dan hanya mengisyaratkan bahasa tubuh.

Biasanya seorang yang anti sosial hanya tersenyum, mengangguk atau mengeluarkan kata “ummh” untuk tahap ketiga tersebut. Bahkan mereka tidak segam mengutarakan kata tidak tahu untuk sesuatu yang sebenarnya ia ketahui, demi meng “cut” interaksinya dengan orang lain.

19. Jarang Menyapa

Seorang yang anti sosial mungkin bisa untuk sekedar menyapa orang lain, tapi dalam benaknya ia ingin sekali dibalas lalu di abaikan begitu saja. Seorang yang anti sosial menyapa orang lain rata-rata dengan berlalu atau berjalan melewatinya tanpa berhenti untuk memberi pertanyaan lebih lanjut.

20. Lelah

Ketika seorang yang anti sosial benar-benar merasa lelah, ia cenderung lebih keras terhadap orang lain. Misalnya ketika ia pulang dari aktivitas yang padat, dan saat itu ada seorang teman atau tetangga yang menghadangnya di pintu masuk rumahnya untuk menanyakan suatu hal atau mengomentari sesuatu tentang orang tersebut, maka seorang yang anti sosial akan berucap cenderung kasar untuk menghentikan penghadangan tersebut.

Jika dalam keadaan normal, menghadapi penghadangan seperti itu cukup dengan pengurangan kata atau jawaban bahasa tubuh yang mngisyaratkan ketidak tertarikan dengan obrolan tersebut. Namun demikian saat dalam keadaan lelah, sorang yang anti sosial tidak segan untuk membentak bahkan memarahi orang yang menghadangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang menurut dia tidak begitu penting.

Itulah paparan saya tentang pengertian dan beberapa ciri-ciri orang antisosial. Sekian postingan saya pada kesempatan ini, semoga artikel ini berguna bagi saya pribadi dan bagi kita semua. Terima kasih atas kunjungan Anda, wassalam.

Leave a Reply