Perbedaan Hybrid Apps, Native Apps, dan Mobile Web

Perbedaan Hybrid Apps, Native Apps, dan Mobile Web

Pengertian Aplikasi Web (Web Application)

Menurut Remick, (2011) aplikasi web merupakan sebuah aplikasi yang mengunakan teknologi browser untuk menjalankan aplikasi dan diakses melalui jaringan komputer. Sedangkan menurut Rouse, (2011) aplikasi web adalah sebuah program yang disimpan di Server dan dikirim melalui internet dan diakses melalui antarmuka browser.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan aplikasi web merupakan aplikasi yang diakses mengunakan web browser melalui jaringan internet atau intranet. Aplikasi web juga merupakan suatu perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung perangkat lunak berbasis web seperti HTML, JavaScript, CSS, Ruby, Python, Php, Java dan bahasa pemrograman lainnya. Adapun Gambaran rincian aplikasi web adalah sebagai berikut :

Ada 2 bagian pokok dalam aplikasi web, yang pertama adalah sisi client dan yang kedua adalah sisi server, sisi client dalam hal ini adalah PC atau bisa juga Perangkat mobile yang terhubung kejaringan internet, Client dapat mengakses aplikasi web melalui web browser seperti internet explorer, mozila fire fox, google crome, opera dan lain-lain, sedangkan server adalah perangkat komputer dengan spesifikasi yang bagus digunakan untuk menyimpan aplikasi web beserta database server yang siap untuk diakses oleh client, Client bertugas meminta halaman web server melalui Web Browser, Web browser akan meneruskannya ke Server dimana Aplikasi Web berada, Komputer Server akan mengolah permintaan dari client, ketika halaman web yang diminta ditemukan maka computer server akan mengirimkannya ke computer client dan halaman web yang diminta akan ditampilkan pada web browser di computer client.

Native Apps

Aplikasi jenis ini berjalan pada perangkat mobile anda, dan diakses melalui ikon yang ada pada layar perangkat anda. Aplikasi ini biasanya dikembangkan secara khusus untuk 1 platform, dan dapat menggunakan semua fitur yang ada pada masing-masing perangkat seperti kamera, GPS, accelerometer , kompas , daftar kontak , dan sebagainya. Mereka juga dapat menggunakan sensor gerak (baik yang sudah disediakan sistem operasi, atau yang disesuaikan oleh pembuat aplikasi). Aplikasi ini dapat menggunakan sistem notifikasi (pemberitahuan) perangkat, dan dapat bekerja secara offline (tanpa koneksi internet).

Mobile Web

Aplikasi ini berbeda dengan Native Apps, ini adalah website yang terlihat dan terasa seperti Native Apps. Web Apps dijalankan menggunakan browser yang ada pada perangkat dan biasanya ditulis menggunakan HTML5. Pengguna mengakses URL khusus kemudian pada halaman tersebut terdapat pilihan instalasi pada home screen di perangkat, dengan kata lain membuat bookmark ke halaman tersebut.

Pada fitur yang tersedia pada HTML5, Web Apps dapat mengakses GPS, tap-to-call, dan mulai dikembangkan untuk dapat mengakses kamera pada perangkat secara langsung. Meskipun saya belum melihat adanya aplikasi web (atau halaman web) yang menggunakan fitur HTML5 sepenuhnya. Aplikasi ini menjadi sangat populer ketika HTML5 mulai diperkenalkan dan orang-orang menyadari bahwa mereka dapat memperoleh fungsi yang menyerupai Native Apps dalam browser mereka. Dan kini semakin banyak situs yang menggunakan HTML5, sehingga perbedaan Native App dengan Web App mulai tidak terlihat.

Hybrid Apps

Aplikasi ini sebagian terdiri dari Native Apps dan Web Apps. Seperti Native Apps, aplikasi ini juga tersedia di AppStore dan menggunakan fitur yang tersedia pada setiap perangkat seperti yang dilakukan Native Apps. Seperti Web Apps, aplikasi ini menggunakan kode HTML yang berjalan pada browser yang ditanamkan pada perangkat.

Seringkali, perusahaan membangun aplikasi jenis ini sebagai pembungkus halaman web yang ada, dengan cara itu, mereka berharap bisa tersedia di AppStore, tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengembangkan aplikasi yang berbeda. Aplikasi jenis ini juga sangat populer, karena memungkinkan pengembangan multi-platform : yaitu, komponen kode yang sama digunakan untuk beberapa sistem operasi yang berbeda. Dengan cara ini dapat secara signifikan mengurangi biaya pengembangan.

Sekian pembahasan saya tentang jenis-jenis aplikasi mobile berdasarkan aksesibilitas. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih atas kunjungan Anda. Wassalam.

Leave a Reply